Minggu, 23 Oktober 2016

Peringatan Hari Santri di Pondok Putri Tebuireng 3, Moment Memupuk Semangat Belajar

Hari Santri Nasional yang bertepetan pada tanggal 22 Oktober 2016 ini berawal dari kisah para santri terdahulu. Dulu, pada tanggal 22 Oktober 1945 adalah hari dimana dicetuskannya Resolusi Jihad oleh Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri pondok pesantren Tebuireng. Resolusi jihad itu berlaku untuk para penduduk yang berjarak 86 KM dari medan perang, khususnya untuk para santri yang mana resolusi jihad tersebut dihukumi fardhu ‘ain.

Jihad sendiri  menurut bahasa berasal dari kata al-jahd yang mempunyai arti berusaha bersungguh-sungguh dengan mengerahkan segenap kemampuan untuk memperoleh sebuah tujuan. Jihad juga tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-Hajj ayat 28 yang berbunyi :
وجا هد وافي سبيل الله حق جها ده                                                                                          
 ‘’Dan berjihadlah kamu sekalian di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad [Q.S.Al-Hajj:28]

Di era sekarang, berjihad sangatlah luas maknanya. Jihad di masa kini bisa dilakukan dengan memperdalam ilmu agama dengan salah satu caranya yaitu menyantri ataupun dengan belajar bersungguh-sungguh.

Dari peristiwa resolusi jihad itulah, tanggal 22 oktober disebut dengan Hari Santri Nasional yang sangat erat kaitannya dengan Tebuireng, dimana pada hari ini, 22 Oktober 2016 di pesantren Tebuireng 3, santri putri mengadakan berbagai perlombaan yang bertujuan untuk menambah semangat belajar para santri. Perlombaan-perlombaan itu diantaranya: Fashion Showmemasukkan paku dalam botolbalon dangdutestafet karet, dan rantai sarung.
Perlombaan-perlombaan tersebut berlangsung dari pukul 16:00 hingga 18:30 WIB. Perlombaan-perlombaan itu berlangsung dengan sangat lancar dan semarak. Terlihat wajah-wajah penuh semangat dari mereka para santriwati, yel-yel TEBUIRENG 3, bersorak-sorak dibunyikan ‘’Tebuireng 3...Yes yes yes! Luar biasa! Allahu akbar allahu akbar!’’

Acara Hari Santri Nasional di Tebuireng 3 tidak hanya berhenti sampai di situ. Malam harinya setelah sholat Magrib, acara dilanjutkan dengan istighosah bersama yang dipimpin langsung oleh pengasuh Tebuireng 3, Kyai Ahmad  Daroini. Kemudian setelah sholat isya’ berjama’ah, dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nariyah 11.000 kali yang dipimpin oleh Kepala Pesantren, Ustadz Muhammad Mansyur.

Itulah acara-acara santri putri Tebuireng 3 dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Semoga acara-acara seperti ini bisa terus berlangsung di tahun-tahun mendatang, agar semangat para santri berkobar untuk melanjutkan jihad-jihad para santri terdahulu.

TBI3/Nur Hasanah (1 Ulya, 1 SMK) & Hayatunnisa (2 Wustho, 2 SMK)

Jumat, 21 Oktober 2016

Hari Santri, Sepatutnya Kita Bangga

Sebagai santri Tebuireng sepatutnya kita berbangga diri karena tepat esok hari, tanggal 22 Oktober, presiden Joko Widodo meresmikannya sebagai hari santri nasional.
Kenapa kita bangga? Karena hari santri erat kaitannya dengan pesan Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh kiai kita, pahlawan nasional, HadratusSyaikh M. Hasyim As’ary (Sang Kiai).
Kita bangga karena kita sebagai kaum santri punya peranan besar terhadap kemerdekaan Indonesia. Betul. Pada tanggal 22 Oktober 1945, Yai Hasyim mengajak para santrinya untuk ikut ambil bagian berjuang mengusir penjajah (tentara sekutu) yang ingin menjajah kembali Indonesia pasca proklamasi.

Dan yang tak kalah pentingnya, sebagai wujud rasa terima kasih dan bangga kita, marilah kita isi kemerdekaan ini dengan terus berjuang dengan cara belajar, belajar dan terus belajar, agar bangsa kita tak dijajah lagi. Karena bangsa yang bodoh menjadi sasaran empuk bangsa lain untuk dijajah.

Mari kita kirim doa terkhusus kepada kiai kita, HadratusSyaikh Muhammad Hasyim Asy'ari, karena berkat jasanya lah hari santri nasional ini ada. Al-fatihah.

TBI3/Emha

Jumat, 07 Oktober 2016

Hijrah

Hijrah ku terbilang cepat dan Nekad
karena diriku sadar waktu di dunia sangatlah singkat.
tiada yang mudah kecuali yang ALLAH jadikan mudah.
semakin tinggi mimpi semakin besar badai menghadang.
aku bukan siapa-siapa
dan aku hanya makhluk Tuhan yang sedang berjuang.
jika terjatuh , dan gagal , tak mengapa.
karena Tuhan tak akan membiarkn perbuatan seorang hamba yg ia kasihi sia-sia.

Oleh: Hayatunnisa

Senin, 03 Oktober 2016

Suatu Kejutan Dunia

  

   Yaitu suatu malam yang panjang. Dan di lain bagian dunia mengalami siang yang panjang. Hal ini terjadi semata-mata karena kekuasaan ALLAH. Allah akan mengkiamat dunia ini.
       Berita ini telah diterangkan sejak Nabi Adam as. Dari nabi yang pertama sampai kepada nabi muhammad Saw. Jadi tegasnya berita kiamat ini sudah dibuat dalam suhuf Nabi Ibrahim as, di muat dalam Taurat, Zabur, Injil, dan terakhir dimuat dalam Al-qur'an. Ini bukan berita baru bagi umat yang beragama. Sudah diberitakan sejak berabad-abad lamanya. Semenjak manusia mengenal Agama
       Oleh sebab itu tak kala terjadinya malam yang panjang, maka pristiwa itu berlangsung, manusia semua menjadi bingung, pertanyaan-pertanyaan tidak tejawab oleh mereka. Hanya orang mukmim dan bertakwa yang telah maklum akan peristiwa itu. Mereka sudah mendapatkan keterangan dari Guru-guru Agama. Mereka telah membaca dalam AL-QUR'AN dan Hadits Nabi. Mereka tinggal tetap tenang. Karena apa yang dijanjikan Allah itu benar.
       Mereka yang biasa Sholat shubuh. Biasanya selesai sholat Shubuh dan dziki-dzikir serta do'a. Mereka lalu pulang kerumah. selesai minum kopi dan sarapan pagi, maka tidak berapa lama lagi lalu terbit matahari, kelihatan cuaca kemerah-merahan dari ufuk Timur, menandakan hari akan siang. Akan kini ia menjadi betul-betul jadi KEJUTAN!!!. Karena suasan masih dalam keadaan gelap pekat, tidak nampak tanda-tanda hari akan siang!.
       Dilihat jarum lonceng, baker, arloji sudah, berubah jauh. Berjalan normal seperti biasa, dan semestinya matahari sudah terbit, tapi cuaca gelap gulita. Seolah-olah baru jam 12 malam. Setelah meneliti dengan seksama, dan menanti dengan sabar, dan hati berdebar-debar kemungkinan apa yang akan terjadi perkembengan selanjutnya.
       Sekali dilihatnya jam dinding, dirumah, dimasjid, dan dimana-mana, berjalan sepeti biasa, normal tidak ada gangguan, semustinya hari sudah siang dan matahari sudah tinggi, namun keadaan masih tetap malam. Cuaca masih tetap gelap, seolah-olah dunia masih tidur lelap. Kemudian ada suatu ilham dalam hati mereka. Inikah gerangan rupanya detik-detik akhir dari riwayat dunia. Dunia akan berganti riwayat, dan dunia akan berganti nama dan dunia akan berganti rupa. Yang namanya dunia sudah berlalu, tinggal menunggu datangnya alam yang namanya AKHIRAT.
       Inilah sutu tanda pintu tobat akan di tutup. Lampu hijau telah lewat dan kini lampu kuning masih menyala................. kesempatan masih ada untuk bertobat!. Bertobatlah sekarang juga?. Jangan menunggu sampai matahari terbit, kini masih ada kesempatan, ayo siap-siap untuk bertobat.
       Mereka sama-sama musyawarah dan berkumpul dimasjid. Laki-laki dan perempuan, tua dan muda, sama-sama saling bermaaf-maafan, satu sama lain, Lalu mereka duduk beristigfar di dalam masjid, mohon ampun dari segala dosa dan minta keredoan dan rahmatnya.
       Sampailah berlinang ai mata, mereka mohon ampun dan rahmat Allah Swt. Dan mereka mohon mati di dalam Khusnul Khotimah, dengan ucapan : LAAILAAHA ILLAALLOOH. Demikian kelakuan orang-orang mukmim tengah menghadapi saat-saat seperti itu.