Rabu, 24 Agustus 2016

ringkasan kitab ta'limul mutaalim

Ringkasan Kitab Ta'limul Muta'allim, Adab Dalam Menuntut Ilmu

             Ringkasan ini disarikan dari kitab adab menuntut ilmu yang sangat tersohor di kalangan para santri dan kyai, yaitu kitab Ta'limul muta'allim karya Imam Burhan Al-Islam. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga ringkasan ini bisa memberikan kemanfaatan bagi para thaalib, thaalibah dan semua thaalibatul ilm yang ingin menuntut ilmu karena kesadaran dirinya betapa terbatasnya dirinya akan ilmu.
Share artikel ini dengan teman dan komunitas.


“Salam aku persembahkan kepada seorang perempuan yang agung yang menarik hati, aku buta karenanya. Bersinar pipinya dan berkilau matanya, ingin aku memboyongnya menjadikan aku bingung. Sehingga aku berkata: pergilah tinggalkan aku dan maklumilah karena aku ingin meraih ilmu, anugerah dan taqwa...” [Imam Najmuddin Umar bin Muhammad An Nasafi]
Sebuah refleksi diri. Betapa kuatnya tekad Iman Najmuddin Umar dalam menuntut ilmu. Betapa indah dan nikmatnya anugerah ilmu yang sudah dirasakannya sehingga beliau benar-benar rela meninggalkan keindahan dunia yang paling menggoda. Wanita dan (harta).
Berikut adalah ringkasan kitab ini.
1) Hakikat ilmu Fiqh dan keutamaannya
“Menuntut ilmu itu hukumnya wajib atas orang muslim, baik laki-laki maupun perempuan” Kewajiban menuntut ilmu dalam hadist di atas yang dimaksud adalah dalam hal ilmu ushuluddin (ilmu Agama dan  Fiqh). “Seutama-utamanya ilmu adalah ilmu agama dan seutama-utamanya amal adalah menjaganya” sehingga menjadi sebuah kewajiban bagi kaum muslim untuk memahami ilmu agama. Memahami hal yang paling fundamental dalam hidup, dari mana kita berasal? Untuk apa kita dihidupkan? Dan kemana kita akan pergi setelah kematian? Ketika seorang manusia sudah memahami hakikat hidupnya, maka dia akan berusaha untuk memahami rambu-rambu kehidupan yang tertuang secara tegas dalam Alqur’an dan Sunnah. Kita hidup di dunia hanya sementara dan pada ahirnya akan pulang ke kampung akhirat, layaknya seseorang yang akan pergi ke sebuah tempat yang jauh, ketika dia sudah memahami arah dan jalan untuk menuju ke sana, maka dia akan dengan mudah sampai ke tujuan. Sedang jika tidak mengetahui arahnya, maka dia akan tersesat. Itulah analogi hidup  akan paham tidaknya seseorang mengenai hukum-hukum kehidupan (syari’at). Dia yang paham maka akan selamat dan dia yang tidak paham maka akan tersesat.
“Sesungguhnya satu orang yang menguasai ilmu Fiqh serta wira’i itu lebih kuat mengalahkan syetan dibanding 1000 orang ahli ibadah”
“Ketahuilah, ilmu itu sungguh merupakan perhiasan bagi pemiliknya, dia adalah pertanda bagi tiap-tiap orang yang terpuji”

2) Niat Ketika Mencari Ilmu
“Sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung pada niat”
Banyak sekali amal yang berbentuk amalan dunia tetapi dikarenakan bagusnya niat bisa menjadi amalan akhirat. Begitu juga sebaliknya, banyak amalan akhirat yang dikarenakan jeleknya niatnya sehingga menjadi amalan buruk yang justru mengantarkannya ke neraka. Hendaknya para pencari ilmu berniat untuk menari ridha Allah dan menghilangkan kebodohan dalam dirinya serta pada orang-orang yang bodoh.

3) Memilih Ilmu, Guru dan Teman
Dalam menuntut ilmu di anjurkan untuk memilih ilmu yang baik dan dibutuhkan dalam perkara agama. Mendahulukan ilmu tauhid dan mengenal Allah dengan segala kesempurnaanNya. Dan tidak memprioritaskan ilmu yang baru seperti filsafat, mantiq, dll karena akan menyia-niyakan umur dan membuang waktu. Sedang dalam memilih guru di anjurkan yang pandai, hati-hati dalam masalah halal haram dan ahli wira’i.
“Ingatlah ! kamu tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan enam perkara. Cerdas. Semangat. Sabar atas cobaan dan ujian. Sak. Di ajar oleh guru. Dan membutuhkan waktu yang lama” [Ali bin Abi Thalib]
Dan dalam memilih teman, sebaiknya memilih teman yang tekun, ahli wira’i, berwatak baik dan cepat memahami perkara. Jauhilah teman yang bersifat malas-malasan, pendek akalnya, banyak bicaranya, membuat kerusakan dan ahli fitnah. Dari teman kita yang baik maka dekatilah, karena sekali-kali kita pasti akan mendapatkan petunjuk dari Allah melalui dia.

4) Memuliakan Ilmu dan Orang yang Mempunyai Ilmu
Orang yang menuntut ilmu tidak akan memperoleh ilmu yang bermanfaat kecuali dengan menghormati gurunya. “Aku adalah hambanya orang yang mengajariku walaupun satu huruf” [Ali bin Abi Thalib]. Termasuk adab dalam memuliakan guru adalah dengan menghormati anaknya dan orang yang berhubungan dengannya. Ciri-ciri mengagungkan ilmu di antaranya adalah;
1.     Memuliakan kitab dengan memegangnya dalam keadaan suci
2.     Meletakkan kitab di tempat yang (terhormat)
3.     Memperindah tulisan (catatan)
Termasuk adab memuliakan ilmu adalah dengan menghormati teman, mendengarkan guru, tidak duduk di dekat guru kecuali terpaksa, menjaga ilmu dengan akhlaq mulia dan menjauhi sifat sombong karena ilmu dapat diperoleh dengan kerendahan hati.

5) Sungguh-sungguh, Tidak Bosan dan Bercita-cita
“Orang-orang yang bersungguh-sungguh mengharap keridhaan Kami, maka akan Kami tunjukkan jalan kepada mereka”
“Bersungguh-sungguh itu mendekatkan perkara yang jauh dan membuka pintu yang terkunci” [Syeikh Sadiduddin As Syafi’i]
Sebaiknya orang yang menuntut ilmu itu tidak tidur di malam hari, barangsiapa yang memiliki cita-cita tinggi dan ingin menemui derajat mulia maka janganlah tidur di malam hari. Jauhilah tidur. Sedikitkan makan. Jagalah dari kenyang. Teruslah belajar dan mengulangnya. Belajarlah terus menerus jangan sampai bosan. Jagalah diri dari makanan haram. Jauhilah menunda waktu..
“Barangsiapa yang mempunyai cita-cita yang luhur tanpa disertai kesungguhan atau bersungguh-sungguh tapi tidak disertai dengan cita-cita yang luhur maka tidak akan berhasil kecuali ilmu yang sedikit”
“Orang yang berilmu itu selalu hidup walaupun jasadnya sudah tidak ada, tetapi orang bodoh yang hidup itu seperti mayat yang hidup”
Malas itu menimbulkan riya’. Riya’ itu dikarenakan banyak minum. Banyak minum itu disebabkan banyak makan. Sedangkan untuk mengurangi makan adalah dengan memilih makanan yang sehat dan halal. Bersiwak itu bisa mengurangi sifat riya’. Membuat menjadi cepat hafal. Dan berguna untuk kefasihan lidah karena dia akan menambah pahala sunnah.
“Ada tiga orang yang Allah benci, mereka itu adalah yang banyak makan, pelit dan sombong.”
Banyak makan dibenci oleh Allah karena banyak makan menyebabkan penyakit dan buntunya otak. Sebagian ulama berpendapat kebanyakan makan dapat mengurangi kecerdasan.

6) Mengawali Belajar, Ukuran dan Urutannya
Kadar ukuran belajar adalah semampunya, yakni yang mungkin bisa di hafal dan dikaji dengan mengulang dua kali, menambah setiap hari dengan satu kalimat walaupun membutuhkan waktu yang lama untuk menghafal dan mengkajinya, pelan-pelan dan memiliki harapan serta tekad bahwa dia mampu menghafal dan mengkajinya. Ketika sudah di ulang dua kali tetapi belum hafal maka di ulang terus hingga hafal. “Belajar satu huruf, mengulang seribu kali”. Sedikit materi jika sering di ulang maka akan lebih cepat paham dan berhasil.
Layanilah ilmu dengan layanan yang berguna. Kekalkan ilmu dengan perbuatan terpuji. Ketika kau menghafalnya maka ulangilah. Kuatkan dengan kekuatan penuh untuk menjaganya. Catatlah ilmu agar kau mudah mengulanginya. Dan pelajarilah untuk selamanya. [Syekh Imam Qawamudin Hamad bin Ibrahim bin Ismail As Shafari]
“Maka ketika engkau merasa aman atas apa yang kamu hafal. Maka bergegaslah pada selanjutnya yang baru serta mengulangnya akan hal yang sudah kau lalui dan bergegas pada hal tambahannya”    
Diskusi atau musyawarah akan memberikan pemahaman yang lebih luas akan sebuah ilmu. Hikmah dari berdiskusi adalah dia akan lebih kuat menancap dibandingkan mengulang-ngulang pelajaran (tikrar). Sebagian ulama berpendapat bahwa diskusi atau musyawarah selama satu jam itu lebih baik dibandingkan mengulang-ngulang pelajaran (tikrar) selama satu bulan.
Imam Abu Hanifah berkata, “Ketika aku mendapat ilmu maka aku akan bersyukur kepada Allah, ketika aku memahaminya maka aku akan berkata Alhamdulillah dan bertambahlah ilmuku, begitu juga seterusnya”

7) Tawakkal
Orang yang menuntut ilmu wajib bertawakkal, tidak prihatin akan rizki dan tidak menyibukkan dirinya dengan rizki. Karena Allah akan mencukupinya. “Barangsiapa belajar ilmu agama di jalan Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya dan memberi rizki tanpa di sangka-sangka”. Termasuk kesibukan hati dalam masalah rizki adalah makanan dan pakaian. “Sekali-kali janganlah engkau sibukkan dirimu dengan keinginanmu” [Imam Mansyur Al Hajjaj]

8) Waktu yang Dapat Menghasilkan Ilmu
“Carilah ilmu dari kecil sampai ajal menjemput”. Waktu yang utama untuk belajar di antarnya adalah; 1) pada usia muda; 2) waktu sahur; dan 3) waktu antara maghrib dan isya. Syekh Muhammad bin Hasan tidak pernah tidur di malam hari, pada saat beliau mengantuk beliau akan meneteskan air pada mata beliau sehingga kantuknya hilang.

9) Kelembutan dan Nasihat
Orang yang berilmu baiknya bersikap lembut, arif, memberikan nasihat yang baik dan tidak dengki. Semua orang alim menginginkan putranya, santrinya dan jamaahny menjadi orang yang alim pula, sehingga mereka mengajarkan dengan penuh kelembutan dan kesabaran. “Jauhkanlah pikiranmu dari prasangka buruk dan diamlah dengan kejernihan bathinmu dengan perkataan orang-orang bodoh”

10) Mencari Keutamaan Ilmu
Sebaiknya orang yang menuntut ilmu itu mencari manfaatnya ilmu di setiap waktu, sampai menemukan keistimewaan dan kesempurnaan ilmu. “Malam itu waktu yang panjang, maka janganlah engkau mempersingkat waktu malam, siang itu terang, maka janganlah engkau kotori dengan dosa”

11) Wira’i ketika Menuntut Ilmu
“Rasulullah bersabda, Barangsiapa dalam menuntut ilmu tidak wira’i maka Allah memberikan cobaan padanya satu dari tiga perkara; 1) Allah memberikan kematian pada umur muda; 2) Allah akan menempatkan ke suatu tempat (desa) yang orang-orang sekelilingnya banyak kebodohan; dan 3) Allah menjadikannya pesuruh sultan (pemimpin)”
Jika orang yang manuntut ilmu semakin wira’i maka ilmunya lebih manfaat dan belajarnya lebih mudah, serta faedahnya (hasilnya) lebih banyak. Hal yang termasuk perbuatan wira’i adalah;
1.     Menjaga diri dari makan yang kenyang
2.     Menjaga diri dari banyak tidur
3.     Menjaga diri dari berbicara yang tidak manfaat
4.     Menjaga diri dari makanan yang syubhat, terlebih lagi haram
5.     Menjaga diri dari ghibah
6.     Menjauhi ahli ma’shiyat
7.     Duduk dalam keadaan menghadap kiblat ketika menuntut ilmu
8.     Tidak meremehkan adab sunnah
9.     Banyak membaca shalawat
10.                        Khusuk dalam shalat
“Jagalah perintah dan larangan Allah. Lakukanlah shalat dengan rajin. Carilah ilmu syari’at. Bersungguh-sungguhlah dan mintalah pertolongan dengan amal dan akhlaq yang bagus maka kamu akan menjadi alim fiqh dan bisa menjaganya. Mintalah pada Tuhanmu yang bisa menjaga penjagaanmu dan bisa melahirkan rasa cinta akan anugerahNya karena Allah adalah sebagus-bagus penjaga. Taatlah pada Allah dan Rasulnya. Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermalas-malasan. Tidurlah kamu dengan sedikit pada malam hari maka kamu akan menjadi makhluk pilihan”
Sebaiknya orang yang menuntut ilmu selalu membawa buku supaya bisa mengulang pelajaran yang dipelajarinya.

12) Perkara yang Bisa Menjadikan Hafal dan Lupa
“Tidak ada sesuatu yang bisa menjadikan hafal melebihi dari membaca Alqur’an dengan melihat”. Membaca Alqur’an dengan melihat itu lebih utama dibandingkan dengan tidak melihat. “Jauhi ma’shiyat maka hafalanmu akan kuat”.

Semoga bermanfaat....

TBI3/Dimas

PIDATO HARI KIAMAT

       Kita semua pasti sering mendengar kata kiamat,bahkan kita semua pasti sudah pernah merasakan apa itu kiamat.
Kiamat itu terbagi dua,apa saja kah ituuuu?
Yakni kiamat sugro dan kiamat kubro...
para santri yang di rahmati  allah swt.
Kiamat yang sering terjadi dan pernah di alami oleh semua makhluk hidup yaitu kiamat sugro.Pernahkah teman-teman semua mengalami kiamat sugro?.Pastinya kita semua pernah mengalami kiamat sugro,contohnya yaitu seperti mati,empa bumi,tanah longsor,banjir,dan lain sebagainya.
  Dari kiamat-kiamat tersebut kita seharusnya menyadari bahwasannya allah memperingati umatnya agar tidak berbuat maksiat di muka bumi.Tapi, mengapa kita tidak menyadari bahwasannya itu cobaan dari allah?kita sehaarusnya menyadari untuk apa  kita di ciptakan di bumi ini,dan seharusnya kita semua sadar apa kewajiban kita sebagai hamba allah. Kita semua harus mengigat bahwa masa muda ini tidak sepantasnya untuk di isi dengan perkara-perkara yang dapat membuat kita lupa kepada allah. Mengapa sering terjadinya bencana alam?.
Itu semua karna bumi ini sudah tidak sanggup lagi memikul dosa-dosa manusia..
Seharusnya kita semua tunduk kepada allah ,supaya kita di beri keselamatan ,kebahagiaan di dunia dan di akhirat amin yaroball alamin….
   Jadi di sini saya menghimbau para santri untuk selalu  mengingat allah. Dan  saya  mengigatkan kepada para santri agar tidak terus- menerus berlimbang ke dalam kehidupan dunia yang fana ini.kita harus ingat akan hari pembalasan.Sesungguhnya allah berfirman:
      "kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu."(Ali'imran:185)

Selasa, 23 Agustus 2016

Syarat supaya mendapatkan ILMU


1. Sholat malam, "walaupun 2 rakaat".
          "ALLAH menyukai sesorang ketika orang lain tidak melakikan ibadah, ini bisa menjadi penerang hati.
2. Mendawamkan wudhu (Usahakan badan kita selalu suci)
3. Takwa, (taat).
          "Taat pada peraturan apapun". (Jangan suka buat masalah). Apa yang di katakan para Ulama terdahulu itu, pasti benar. Imam Syafi'i hapal Al-qur'an pada umur 7 tahun. Ketika beliau sulit menghapal, gurunya berkata "Tinggalkan maksiat".!!!. "Maka dari itu kita harus taat kepada siapapun, apalagi dengan seorang Guru".
4. Siwak (Kayu arok) "adanya di negara Arab".
5. Makan jangan menuruti kemauan
          "Lambung di bagi 3 yaitu 1/3 makan, 1/3 minum, 1/3 nafas. "Jadi perbanyaklah Puasa"

 Santri_tbi3

Sabtu, 20 Agustus 2016

HUKUM MEMBACA BASMALAH

                                         
1. Wajib, kapan? "ketika kamu membaca Al-fatihah, Al-fatihah adalah ayat yang diulang-ulang. Sorang baliqh minimal membaca Al-fatihah 17 kali, kapan? "ketika kamu Sholat".
2. Sunnah, ketika tidak membaca Al-fatihah
3. Haram, di awal surah At-taubah dan Al-baroah. membacanya cukup tawa'uz saja.
4. Mubah, maksudnya boleh di awal Surah, dan di tengah surah. (Mubah, artinya "boleh".)

santri_tbi3


Kamis, 18 Agustus 2016

Nonton layar tancap di halaman ponpes TBI 3

 
      Malam jum'at pukul 21.00(18/08/16). Dengan awalnya cuaca bagus, acara nonton bersama di halaman ponpes TBI 3 berjalan dengan baik."untuk semua santri, apa yang kalian lihat, jangan melihat dengan kekerasannya. Ini adalah saudara kita yang berjuang melawan penjajah ," ujar ust. moh,mansyur. Kepala ponpes TBI 3.
      Judul film yang ditonton ialah "Anak kecil mengukir sejarah dengan darah." didalam film ini memiliki berbagai pristiwa yang sangat mengerikan, kekerasan dimana-mana". Membuat warga palestina tidak nyaman dengan keadaan tersebut. mereka berjuang untuk tetap hidup, tapi apa daya mereka tidak bisa apa;apa," MEREKA  HANYA BISA BERDOA".
     Di dalam film ini menceritakan seorang anak yatim yang sedang berpuisi. dalam puisinya menceritakan, ketika dia ditinggal oleh ayah dan ibunya. Dia sangat kecewa, dia merasa hidup didunia tidak adil. Dia mengutarakan kebenciannya kepada penjajah.Image result for film anak kecil mengukir sejarah dengan darah.palestina
    Setelah santri menonton, mereka mendapatkan banyak pelajaran yang bisa diambil. Dan para santri pun berdoa untuk saudara kita di palestina "semoga penjajahan ini cepat berakhir". ini merupakan hal yang sangat menyedihkan untuk kaum muslim. Kenapa?. Karena saudara kita, diera modren ini, masih ada penjajahan didunia. Seharusnya penjajahan didunia itu harus hapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan keadilan.
   

Upacara penurunan bendera merah putih

        Pada hari Rabu sore, pukul 17.00(17/08/16). Di halaman ponpes TBI 3 seluruh santri  berbaris di halaman ponpes TBI 3 untuk melaksanakan  upacara  penurunan bendera merah putih. Upacara ini juga disaksikan oleh masyarakat  Petalongan. Walaupun upacara dilakukan dengan sangat sederhana, rasa semangat 45 didalam jiwa para santri tetap berkobar. Hal yang paling menarik dalam upacara ini adalah, dimana Filosofi anak pondok tetap di lestarikan maksudnya, cara pakaian para santri tetap sama, selayak seperti santri sesungguhnya. Kenapa…? Karena santri tetap mengenakan pakaian seragam pondok. Ya…! dengan gaya sarung hijaunya dan kopiah hitamnya
      Upacara ini adalah upacara yang akan penuh dengan sejarah baru, ini merupakan pertama kalinya melaksanakan HUT RI ke-71 diponpes TBI 3. Pemimpin upacara kak, romady alumni TBI 3 dan inspektur upacara ialah kepala ponpes ust.Muhammad mansyur.
      Amanat yang di sampaikan oleh ust. Muhammad mansyur. “ini adalah pertama kalinya mengukir sejarah baru dalam melaksanakan upacara penurunan bendera HUT RI ke-71 di  halaman TBI 3”.
     Pesantren zaman dahulu selalu di perhitungkan oleh penjajah.” Kenapa?” karena ini tidak lepas dari peran santri dalam membela NKRI, temasuk laskar hisbuullah dan dalam pristiwa 10 november mencetuskan resolusi jihad, yang di fatwakan oleh Kyai M.Hasyim asy’ari. “ujar kepala ponpes TBI 3!”.
    Beliau menegaskan “kita patut bersyukur, berbangga diri karena pesantren ikut serta mengambil andil dalam kemerdekaan Indonesia”. Oleh karena itu melalui peringati HUT RI ke-71 santri harus semengat mengaji,belajarlah dengan sungguh-sungguh dan dalam kegiatan lainnya. Semangat...!!! MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA, ALLAHUAKBAR. Dengan suara lantang beliau yang menggebuh-gebuh.

    Dan tidak lupa pula dalam upacara ini, seluruh santri melantunkan lagu himne TBI3 dengan kompak membuat suasana sekitar pesantren menjadi hening, hanya terdengar lantunan himne tebuireng saja. Semua santri bernyanyi dengan penuh penghayatan.  Setelah selesai upacara, diadakan foto bareng oleh seluruh santri tebuireng 3 untuk di jadikan kenang-kenangan.                                                                                                                                                                                                      

                                                                                                                                           

Rabu, 17 Agustus 2016

Acara Memperingati HUT RI ke-71 di Pesantren Tebuireng 3

  Para santri antusias memperingati HUT RI ke-71. Pada malam Rabu jam 21.00-23.00 berketepatan di halaman Ponpes TBI3. Para santriwan dan santriwati di kumpulkan untuk menonton Layar Tancap Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71.
      Sambutan dari keamanan Ponpes TBI 3. Pak Haji  Agus Malik “Sebelum menonton Santriwan dan santriwati diminta untuk membaca Istighfar dan Subhanaallah”. Pesannya dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.Maksudnya NKRI adalah harga mati,maka kita semua harus mempersiapkan diri untuk melawan penjajah yang menjajah Indonesia. Bangsa Barat menjajah Indonesia tidak lagi dengan Senjata,tetapi menjajah Indonesia dengan sosial media, ekonomi, dan perdagangan. Mengapa Bangsa Barat tidak akan mampu menjajah Indonesia dengan senjata…???. Karena Bangsa Barat tidak akan berani dengan penduduk Indonesia yang penuh dengan keberanian dan para Santri yang merelakan nyawanya demi NKRI. Sekarang Indonesia Merdeka, bebas dari penjajahan, pengekangan,penyiksaan dan pembunuhan. Ini semua berkat Rahmat ALLAH swt. Untuk para santri TBI 3 kita sebagai santri harus berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dengan cara Belajar dengan sungguh-sungguh.
    Betapa menariknya di halaman Ponpes TBI 3 ketika santri menyaksikan Film yang sangat luar biasa yang berjudul “ Darah Garuda “. Para santri sangat bersemangat dan senang. Dengan cuaca yang mendukung suasana di halaman Ponpes TBI 3 menjadi suasana yang cerah dan nyaman
    Ketika ada adegan yang lucu di film “Darah Garuda”,para santri tertawa dengan bahagia seolah-olah mereka sangat menikmati film tersebut.Dan sebaliknya jika ada adegan yang mengerikan atau menegangkan para santri,terutama untuk santri putri mereka secara kompak berteriak ketakutan karena melihat adegan penganiayaan,penyiksaan,tusuk-menusuk,tembak-menembak dan sebagainya.
      Salah satu santri ketika di tanyai bagaimana perasaannya ketika menonton film “Darah Garuda”.?santriwan menjawab “perasaan saya tegang dan seru membuat rasa ngantuk saya hilang karena film ini sangat menakjubkan.Lalu ketika bendera merah putih biru berkibar salah satu prajurit Indonesia yang bernama THOMAS secara berani dan gagah bendera yang berwarna biru itu tiba-tiba di sobek.Nah…’dengan kejadian itu,para santri bersama-sama bertepuk tangan dengan meriah.Lalu juga hancurnya markas penjajah,para santri sangat menikmati dengan bersorak bergembira.
    Setelah menonton layar tancap sepertinya para santri TBI 3 mendapatkan banyak pelajaran yang bisa di ambil dan  amalkan .Tepat pukul 23.00 para santri kembali ke asrama masing-masing untuk beristirahat dan mempersiapkan kegiatan selanjutnya…

TBI3/Ryan_Agus